Ilmul Yaqin, Ainul Yaqin, Hakqqul Yaqin

Ilmul Yaqin, Ainul Yaqin, Hakqqul Yaqin adalah tahapan dalam pendirian seseorang dalam pandangan Musyahadahnya (penyaksiannya) kepada Allah Swt.

Di dalam Ilmul Yaqin segala pengetahuan ilmu telah diliputi dengan Ilmu Allah sehingga apapun amaliah maupun ubudiyah itu semua menunjukkan dari pada lautan Ilmu Allah Ta’ala.

Di dalam Ainul Yaqin, tatkala seseorang ‘arifiin’ telah melihat sesuatu amalaiah dan ubudiyah diliputi oleh Ilmu Allah kemudian ia menyaksikan bahwa di dalam gerak dan diam (lelaku) itu adalah saksi Hidupnya Allah Ta’ala yang menunjukkan adanya Allah Ta’ala sebagai tujuan hidupnya. dengan Merasakan dan menyadari gerak dan diam, suara dan perkataan itu adalah saksi hidupnya Allah Ta’ala maka sama halnya ia merasakan dan menyadari kehadiran Allah Ta’ala dekat sekali dengan dirinya. “Bukan menghadirkan Allah” akan tetapi menyadari bahwa “Allah senantiasa Maha Hadir atas dirinya dan sekalian Alam meliputi tiap2 sesuatu”. “Wahuwa Ma’akum Ainama kuntum” (Dia Allah serta kamu di mana kamu berada).

Haqqul Yaqin, adalah kemantapan dalam pendirian yang kokoh setelah ia mengetahui kemudian ia melihat dengan penyaksian lalu kemudian tertanam sedalam2nya pada dirinya bahwa : “SEGALA SESUATU APAPUN YANG TERLIHAT, TIDAK ADA YANG ADA MELAINKAN ILMU ALLAH TA’ALA, SEGALA SESUATU APAPUN YANG TERDENGAR TIDAK ADA YANG ADA MELAINKAN KALAM ALLAH TA’ALA, DAN TIDAK ADA YANG TERASA MAUPUN DIRASAKAN MELAINKAN SIRRULLAH (ZATULLAH)”.

Setelah semua perjalanan dan tahapan itu misra/meresap pada diri, maka Allah akan JAZBAH dirinya sehingga sampailah ia pada maqom “KAMALUL YAQIN”

Semoga berkenan…….

Iklan

11 comments

  1. Ass.wr.wb.
    Alhamdulillahirabbil ‘alamin, senang rasanya bisa berdiskusi dan muzakarah didalam alam maya ini, insya allah akan berjumpa secara zahiriah.
    yaqin, ainul yaqin dan haqqul yaqin, pada dasarnya merupakan anak tangga keimanan seseorang yg harus ditempuh selama hidup dan kehidupan anak cucu adam selam didunia, sebagai bekal innalillah wainna ilaihi rajiun. Dari Allah segala sesuatunya akan kembali kepada Allah. Permasalahannya adalah dimanakah allah…..agar kita bisa kembali kepadaNya dg ridho dan di ridhoi. Al_hadist ” barang siapa didunianya buta maka diakheratpun akan buta. Dalam arti jika selama hidup didunia kita tdk mengenal Allah maka diakheratpun kita tidak akan sampai berjumpa dgn Allah.> Innalillahi wainna ilahi rajiun, Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu. Wasalamualaikum.

    Suka

    • @ajenk …Wa’alaikum salam wr wb. tahap yg dimaksud dalam segi apa yah.. kalo dalam segi dakwah yah masih tetap mengajak bersatu dalam sistem khilafah.. ..selama ummat belum bersatu dalam satu sistem khilafah yah kita terus menyuarakan dan mengajak pada sistem tersebut ..

      Suka

    • wa,alaikum salam sungguh kita tidak mengenal hukum adhab apabila sanggup menyatakan makam dan tahapan perjalan diri kita …………… berserah saja kepada Nya karna kita tidak diberikan Hak untuk menilai atas semua perbuatan kita……… karna tahapan bukan lagi kepada siapa yang umatNya yang mengerti tatapi lebih kepada siapaa yang mengamalkannya………… Amin. Semoga berkah bagi kita semua dan seluruh alam ciptaanNya …………….Amin Amin Amin Amin

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s