Kedengkian

Oleh : Ummu Mujahid

Hati ibarat kapas yang mudah terombang-ambing tanpa arah, terkadang banyak juga penyakit hati yang timbul antara sesama Muslim dan Muslimah, dan salah satunya adalah rasa dengki. Dengki itu sangat berbahaya, bukan hanya bagi diri pemiliknya tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengki itu kata hadist nabi ibarat setitik api yang dapat membakar kayu bakar seberapapun banyaknya. Ia juga bagaikan pisau cukur yang bisa mencukur bersih amal seseorang.

Allah menggambarkan sikap dengki ini dalam firman-Nya : Bila kamu memperoleh kebaikan, maka hal itu menyedihkan mereka, dan kalau kamu ditimpa kesusa han maka mereka girang karenanya. (Ali Imran : 120)

Dengki juga merupakan sikap orang-orang ahli kitab. Allah berfirman: “Kebanyakan orang-orang ahli kitab menginginkan supaya mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, disebabkan karena kedengkian (hasad) yang ada dalam jiwa mereka”. (Al Baqarah : 109)

Kedengkian saudara-saudara Yusuf kepada dirinya mengakibatkan sebagian dari mereka ingin menghabisi nyawa saudaranya sendiri, Yusuf.

Allah mengisahkan dalam firman-Nya : (Yaitu) ketika mereka berkata : Sesungguh- nya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah ia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik. (Yusuf : 8 – 9)

Terhadap orang-orang pendengki tersebut Allah dengan keras mencela : Apakah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang Allah berikan kepadanya? (An Nisaa’ : 54)

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, saling menfitnah (untuk suatu persaingan yang tidak sehat), saling membenci, saling memusuhi dan jangan pula saling menelikung transaksi orang lain. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslimnya yang lain, ia tidak menzhaliminya, tidak mempermalukan nya, tidak mendustakannya dan tidak pula melecehkannya. Takwa tempatnya adalah di sini seraya Nabi r menunjuk ke dadanya tiga kali.
Telah pantas seseorang disebut melakukan kejahatan, karena ia melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas sesama muslim yang lain adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya. ” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)

Dari Dhamrah bin Tsa’labah t berkata, Rasulullah bersabda, “Manusia itu senantiasa dalam kebaikan selama belum melakukan kedengkian.”

Sikap-sikap dalam menghadapi kedengkian orang-orang yang mendengki, Yaitu :

1. Bertawakal kepada Allah, karena sesungguhnya barangsiapa yang ber tawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupi keperluannya (Ath-Thalaq : 3). Tawakal adalah faktor yang paling kuat untuk melindungi seorang hamba dari sesuatu yang tidak mampu ia cegah, yang berupa penganiayaan dan kedzaliman manusia.

2. Memohon perlindungan kepada Allah, karena Allah I telah memerintah kan Rasululah untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan orang yang dengki ketika ia mendengki.

3. Merendahkan diri di hadapan Allah, dengan disertai permohonan agar Allah menjaga dan memelihara kita dari kejahatan musuh-musuh dan orang-orang yang mendengki.

4. Bersikap adil kepada orang yang mendengki dan tidak berbuat buruk terhadapnya untuk membalas keburukan nya, tetap memenuhi hak-haknya serta tidak berbuat aniaya terhadapnya karena perbuatannya.

5. Berbuat baik kepadanya, dan jika semakin besar kejahatan dan kedeng-kiannya maka semakin berbuat baiklah kita kepadanya, dengan demikian sikap kita terhadapnya adalah nasihat untuknya. Mudah-mudahan Allah memberi petun juk kepadanya dan menjaga kita dari kejahatannya. Abdul Malik Al-Qosim memberikan beberapa resep agar hati kita tidak terjangkiti dengki, yaitu:

a. Ikhlas

Dari Zaid bin Tsabit ia berkata : Rasulullah bersabda :

“Ada tiga hal saat hati seorang mukmin tidak akan merasakan dengki, yaitu: ikhlas beramal, memberi nasehat kepada para pemimpin, tetap berjama’ah bersama barisan kaum muslimin, karena doa mereka melindungi siapa yang ada di belakang mereka.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).

Sebagaimana diketahui bahwa barangsiapa yang mengikhlaskan agamanya untuk Allah Swt, maka ia tidak akan memendam di dalam dirinya perasaan terhadap sausdara-saudaranya sesama muslim kecuali kasih sayang yang murni. Ia akan bergembira jika mereka mendapatkan kesenangan dan ia akan sedih jika mereka tertimpa musibah, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

b. Ridha

Kepada Allah dan hatinya penuh dengan keridhaan. Tentang sikap ridha ini, Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Ia akan membukakan pintu keselamatan bagi yang melakukannya, karena keridhaan itu dapat menjadikan jiwa seseorang bersih dari kecurangan, iri dan dengki, dan sesungguhnya tidak ada orang yang dapat lolos dari siksaan Allah I kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih. Adalah mustahil hati menjadi bersih bila disertai kebencian dan tidak ada keridhaan, semakin besar keridhaan seseorang maka semakin bertambah bersihlah hatinya. Iri, dengki dan curang adalah perbuatan yang selalu mengiringi kemarahan, sementara hati yang bersih dan baik selalu mengiringi keridhaan. Begitu pula dengan dengki, ia adalah buah dari kemarahan, sebagaimana hati yang bersih adalah buah dari sikap ridha.

c. Membaca Al-Qur’an dan Menghayatinya.

Membaca Al-Qur’an adalah obat dari segala macam penyakit, orang yang terhalang dari rahmat Allah adalah orang yang tidak berobat dengan Al-Qur’an, Allah I ber firman : “Katakanlah : Al-Qur’an itu adalah
petunjuk dan penawar bagi orang-orang

Dan Allah I juga berfirman : “Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat
bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra’: 82). “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada.” (Yunus: 57).

Kita harus ingat akan perhitungan amal dan siksaan yang akan didapat oleh mereka yang menyakiti
kaum muslimin yang disebabkan oleh keburukan jiwa dan perangainya, yaitu berupa iri, dengki,
menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok, dan sebagainya.

Hendaknya seorang hamba selalu berdoa kepada Allah I agar menjadikan hatinya bersih terhadap
saudara-saudaranya, dan juga berdoa untuk kebaikan dirinya. Inilah jalan yang ditempuh oleh
orang-orang shalih. “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka
berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu
dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang
beriman Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang ” (Al-Hasyr: 10)

Karena sedekah dapat membersihkan hati dan mensucikan jiwa, oleh karena itu Allah I berfirman
kepada Rasululah r:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan
mereka.” (At-Taubah: 103).

RasululahSAW bersabda: “Obatilah orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah.”

Sesungguhnya orang sakit yang lebih berhak untuk diobati adalah yang

menderita penyakit hati, dan hati yang paling berhak untuk itu adalah hati kita sendiri yang ada dalam
diri kita.

d. Menjalin Ukhuwah Islamiyah

Kita harus ingat bahwa orang yang kita tiupkan racun kedalam dirinya adalah saudara muslim, bukan
orang Yahudi, bukan pula Nashrani. Kita dan saudara kita yang muslim telah disatukan dalam ikatan
Islam, mengapa pula kita menyakitinya?.

e. Menyebarkan Ucapan Salam

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata: RasululahSAW bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada
dalam genggaman-Nya, sesungguhnya kalian tidak akan masuk Surga hingga kalian beriman, dan kalian
belum di katakan beriman (dengan sempurna) sebelum kalian saling mencintai, maukah aku tunjukkan
kepada kalian suatu perbuatan yang jika kalian lakukan, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah
salam diantara kalian.” (HR Muslim).

sumber :http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/kedengkian

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s