10 Kesalahan dalam Mendidik Buah Hati
http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/10-kesalahan-dalam-mendidik-buah-hati
1. Kurang Pengawasan/ tidak meneladani.
Seringkali para orang tua membiarkan buah hatinya bermain diluar rumah tanpa pengawasan langsung . Umi merasa enggan mengawasi buah hatinya bermain diluar rumah dengan alasan sibuk bersama sikecil, ataupun sebab lain sehingga pengawasan diserahkan pada orang lain. Jangan heran bila ketika kembali kerumah Buah Hati banyak mendapat ‘pelajaran baru’ yang tidak sesuai dengan kaidah islam sendiri. Artinya, kedua orang tua tak mampu memberikan teladan yang baik karena buah hati lebih banyak bermain diluar dari pada didalam rumah dalam bimbingan orang tua..
2. Gagal mendengarkan.
Orang tua cenderung mengabaikan apa yang buah hati ungkapkan. Kurang perhatian dan tidak bisa memahami apa yang mereka utarakan bisa jadi termasuk pelanggaran karena tidak memenuhi hak anak . Maka, berilah perhatian penuh pada buah hati, agar ia tak perlu mencari tempat lain untuk mencurahkan apa yang mereka rasa , ingin dan pikirkan.
3. Jarang bertatap muka.
Rutinitas dan aktifitas yang monoton sering membuat kita bagai robot,kaku dan terbelenggu oleh waktu dan kebiasaan. Akibatnya, buah hati bagai tersisih. Orang tua tak punya waktu lagi untuk menuntun mereka agar berbakti dan ta’at. Tak punya waktu tenang untuk berdialog dengan mereka secara langsung, lugas dan dengan bahasa yang jelas sesuai kemampuan akal buah hati kita. Tak punya waktu untuk mengasah ketajaman indra mereka.memenuhi kebutuhan buah hati akan figur Rosulullah melalui teladan maupun bacaan dan cerita agar mereka kelakmen jadi anak sholeh yang berbakti.
Rosulullah bersabda, “Bantulah anak-anak mu agar berbakti ! Barangsiapa yang melakukannya , ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya” (HR. Thabrani)
4. Bertengkar dihadapan buah hati.
Sungguh bukan suatu kenyamanan bagi mereka bila melihat kedua orang tua berselisih dihadapannya. Mungkin hati mereka akan berkata , ‘alangkah baiknya bila aku bisa terbang ketempat lain yang lebih tentram’.Karenanya,tahanlah perbedaan pendapat dan saling menyudutkan didepan buah hati, terutama anak laki2. Jangan biarkan ia menjadi pria dewasa yang tidak sensitive akibat ulah orang tua yang sama-sama tidak dapat mengendalikan diri didepannya.
5. Tidak konsisten.
Jangan sepelekan janji ataupun ‘komitment’ yang pernah disepakati bersama buah hati ,meski kadang kita menganggapnya sebagai sesuatu yang tak terlalu penting dan berarti.
Rasulullah berkata : “Barangsiapa berkata kepada anaknya,’kemarilah (nanti kuberi)’, kemudian tidak diberi, maka ia adalah pembohong. (HR. Ahmad dari Abu Hurairah )
6. Mengabaikan kata hati.
Seringkali kita terlupa bahwa buah hati kita membutuhkan kegembiraan, canda dan senda gurau segar,sehat dan terarah bersama kita, para orang tuanya. Kita lupa membangun kepercayaan dirinya,mendukung keinginan dalam bakatnya, mengajarkan Alqur an, hadist dan siroh nabawiyah.membimbingnya terus menerus sekalipun mereka telah berangkat dewasa.
7. Terlalu banyak menonton TV.
Para ummi sering merasa lebih aman jika si buah hati duduk manis didepan televisi dengan tanpa menyadari bahwa justru televisilah yang banyak merusak akhlak mereka.
8. Segala sesuatu diukur dari materi.
9. Pilih kasih/tidak adil.
“Bertakwalah kepada Allah dan bersikap adillah kepada anak-anak kalian” (HR Muslim)
“Orang yang bersikap adil akan dimuliakan disisi Allah diatas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya. Yaitu orang-orang yang adil dalam hukumnya,(adil) terhadap keluarga dan apa saja yang mereka pimpin”. (HR Muslim)
10. Terlalu berlebihan.
Perlakukan buah hati ditengah-tengah. Tidak terlalu dituntut untuk mengikuti keinginan kita dan tidak pula membiarkan bebas tanpa tuntunan Alqur an dan Sunnah Rosul. Tidak memanjakan dengan mengikuti semua keinginan buah hati, tapi tidak pula mengabaikan segala kebutuhannya. Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan.
Karena kelak ,kita sendirilah sebagai orang tua yang akan memetik hasil didikan pada buah hati selama ini.



