PERBEDAAN MENDASAR ANTARA PENGGUNAAN ISTILAH IMAM DAN KHALIFAH

 

Oleh Tb Husain

1. ISTILAH IMAM

 

IMAM menurut bahasa merupakan “masdar” dari kata kerja AMMA yang berarti mendahului

 

contoh : “AmmaHum taqoddama Hum wa Hiyal imaamahu”  artinya mendahului mereka dan itulah imam

 

maka Imam berarti : Setiap orang yang diikuti baik pemimpin atau yang lainya

 

Ibnu Manzur berkata (kamus lisanul’arab)  : “Imam ialah setiap yang diikuti oleh orang-orang, apakah itu ada pada jalan yang lurus atau jalan yang sesat.”

 

Dari Tsauban, Rasulullah saw bersabda:

 

“وَإِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي َاْلأَئِمَةَ الْمُضِلِّينَ

 

Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari umatku adalah para imam yang menyesatkan.” (HR. Tirmidzi 2155 dishahihkan oleh Syaikh Al Albani Shahihul Jami’ 2316). 

 

 

2. ISTILAH KHALIFAH

 

KHALIFAH  adalah bentuk “masdar” dari kata kerja KHALAFA-YUKHALIFU, yang berarti wakil atau pengganti.

 

Khalifatulloh fil ardh, pengganti Alloh dimuka bumi dan Khalifatu Rosulillah, pengganti tugas-tugas kerosulan (Lihat Ar-Raghib hal 156-158)

 

Dari Abu Hurairah, Rosululloh saw bersabda :

 

وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِيْ وَسَتَكُوْنُ خُلَفَاءَ فَتَكْثُرُ

 

Bahwa tidak ada nabi setelahku dan akan ada para khalifah, jumlah mereka pun banyak  (HR Muslim, Shahih Muslim no. 3429)  

 

 

SYARIAT NABI DAHULU HANYA UNTUK JADI IBROH

 

Berkenaan dengan Istilah Imam yang dinisbatkan kepada Nabi Ibrahim  as dalam QS. Al-Baqarah : 124 dan Khalifah kepada Nabi Daud as QS. Shaad : 26 maka Syari’at para nabi dan rasul sebelum Rasululloh Muhammad saw itu tidak boleh kita laksanakan kecuali syari’at itu diteruskan atau dibolehkan oleh Rasululloh saw. Karena kita hanya boleh merujuk kepada Rasululloh saw saja, bukan nabi sebelumnya.

 

Rasululloh bersabda :

 

“Syari’at sebelumku adalah bukan syari’atku”

 

Jadi kita tidak boleh melakukan bunuh diri dalam rangka untuk taubat seperti taubatnya ummat Nabi Musa. Atau kita tidak boleh menjadi raja dari golongan jin seperti yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman. Atau kita tidak boleh bergabung dalam sistem kufur seperti halnya yang dilakukan Nabi Yusuf sebagai pengatur logistik di kerajaan Fir’aun. Karena itu semua tidak dilakukan kembali oleh Rasululloh Muhammad saw.

 

Rasululloh pernah menegur Umar bin Khattab yang kedapatan sedang membaca Taurat. “Andai saja saudaraku (Musa as.) masih ada, niscaya dia akan mengikutiku”.

 

Begitu pula Nabi Isa as. yang diturunkan kembali di akhir jaman, adalah bukan untuk membawa risalah baru. Namun meluruskan risalah Rasululloh saw yang telah dilanggar oleh ummatnya. Ketika Nabi Isa as. turun di Damaskus setelah dibai’atnya Imam Mahdi menjadi khalifah, maka beliau melakukan shalat di masjid. Ketika itu, Nabi Isa as dipersilahkan menjadi imam shalat, namun beliau menolaknya. Dan setelah selesai shalat, beliau berdiri dibelakang Imam Mahdi berperang melawan Dajjal.

 

Kisah-kisah para Nabi dan Rasul terdahulu hanya sebagai ibroh saja bagi Rasulullah dan ummatnya. Bukan untuk diterapkan syari’atnya. Sebab tidak ada satu qarinahpun yang bersifat jazm (tegas) dan memperkuat dalil2 tersebut agar kita menerapkan syari’at nabi dan rasul terdahulu.

 

Dengan demikian kita hanya merujuk kepada Rasulullah Muhammad saw. saja. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21 :

 

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلآخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيراً

 

ArtinyaSesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

Dalam ayat ini membuktikan bahwa hanya Rasulullah saw saja sebagai suri tauladan kita.

 

Dalam ayat yang lain :

 

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 

 

Artinya :Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran ayat 31)

 

Ayat ini diawali dengan fi’il amr Qul, dan ditujukan kepada Rasulullah Muhammad saw, bukan kepada nabi dan Rasul sebelumnya. agar mengatakan kepada ummatnya untuk mengikuti (Ittiba) Rasulullah saw jika mereka mencintai Allah.

 

Wallohu’alam

Belajar Saling Menghargai dalam Perbedaan dari UST. ABDUL QADIR HASAN BARAJA’ Dengan UST. ABU BAKAR BA’ASYIR.

Firman Allah swt.:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Hujuraat: 11)

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, dalam sebuah diskusi yang disiarkan secara live oleh salah satu televisi swasta nasional beberapa waktu lalu mengemukakan sikapnya yang tidak bersedia memberi panggilan kehormatan kepada Al Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (Ust. Abu), sesepuh Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT), hatta itu panggilan yang umum digunakan ummat Islam selama ini, sebagai Ustadz. Menurut Ansyaad, sikapnya tersebut didasarkan pada keyakinannya atas adanya peran Ust. Abu sebagai motivator berbagai tindakan teror di tanah air. Demikian pula seperti yang diceritakan oleh Munarman, ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI), Continue reading

Ibadurrahman (Sifat-sifat Hamba Alloh yang Mendapat Kemuliaan)

Materi Mabit di PPUI Taliwang 8 September 2012 oleh Ust. Zulkifli Rahman.
Bismillah

Ciri-ciri Ibadurrahman :

1. Terlihat dari cara berjalan yang rendah hati… Rendah hati tergambar dari suasana hati yang bersih dari kesombongan…
2. Yabiit, yaitu berdiam diri untuk ibadah yaitu orang-orang yang sembahyang tahajjud di malam hari semata-mata karena Allah.
3. Senantiasa pertengahan dalam berinfaq hingga tidak ada ada satu pun hak yang merasa terzalimi….
4. Menjauhi Syirik (laa yad’uuna ma’allahi ilaahan aakhar) dan tidak berzina (walaa yaznuun)

Dasar: Firman Alloh :
63. Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka[1072].
65. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.”
66. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
68. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
70. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
71. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.
72. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.
73. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.
74. Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
75. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
76. mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
QS AL-Furqon ..

-semoga bermanfaat-

Ramah Tamah Khalifah Dengan Panitia Konferensi Imarah Internasional 2012

http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/ramah-tamah-khalifah-dengan-panitia-konferensi-imarah-internasional-2012#comment-275

Berawal dari gagasan pembentukan Imarah Islam Indonesia, panitia konferensi Imarah Internasional 2012 mengundang Khalifah/Amirul Mukminin untuk berbincang tentang pandangan beliau terhadap gagasan mulia tersebut.

Khalifah didampingi oleh Wizaaratu Muwasholatil Ijtimaíyyah Daulah (Ust. Mukhliansyah) dan beberapa pengurus struktural kekhalifahan, menghadiri undangan panitia. Diterima oleh tuan rumah dan penanggung jawab panitia Konferensi Imarah Internasional (akhuna M. Fahry) beserta beberapa anggota panitia, Khalifah beserta rombongan disambut dengan suasana penuh kehangatan. Acara dimulai pada hari Ahad, 19 Rabiúl Awwal 1433H, pukul 15:30 (Ba’da Ashar) di kediaman salah satu panitia, akhuna Reza. Continue reading

Sosialisasi Khilafatul Muslimin oleh Amir Daulah

http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/sosislisasi-khilafatul-muslimin-oleh-amir-daulah

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diadakan di Ummul Quro Rawa Jitu Wilayah Lampung Timur Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan mendapatkan tanggapan dari masyarakat yang cukup meriah.

Sosialisasi yang diadakan di Masjid Agung Al Ikhlas Kecamatan Pidada Rawa Jitu Selatan itu dilaksanakan pada hari Ahad, 09 Jumadil Ula 1433 H, acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dan selesai pada pukul 11.45 WIB, sebagai penceramah dalam acara tersebut adalah Amir Daulah ( Ust. Zulkifli Rahman).Dalam acara tersebut hadir pula Amir Wilayah Lampung Selatan Ust. Mustofa Jaelani beserta rombongan 4 mobil yang mengawal Amir Daulah berangkat dari Kantor Pusat Khilafatul Muslimin pukul 16.00 WIB dan sampai di Rawa Jitu pukul 03.00 WIB dini hari, menempuh perjalanan + 10 jam. Continue reading

Hakikat Hijrah


إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ
آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. (Qs. Al Anfaal : 72). Continue reading

Kekhalifahan Islam

http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/kekhalifahan-islam

Dari kata خَلَفَ – يَخْلُفُ – خِلاَ فَةً artinya pengganti atau wakil.

Manusia adalah hamba Allah (‘Abdun) juga sebagai Khalifah Fil Ardhi. Sebagai ‘abdun dari kata عَبَدَ – يَعْبُدُ – عِبَادَةً berkewajiban menghambakan diri hanya kepada Allah semata (‘Abdullah) membuktikan ketundukan, kepatuhan dan penyerahan diri hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan membersihkan diri dari segala bentuk kemusyrikan. Continue reading

10 Kesalahan dalam Mendidik Buah Hati

http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/10-kesalahan-dalam-mendidik-buah-hati

1. Kurang Pengawasan/ tidak meneladani.

Seringkali para orang tua membiarkan buah hatinya bermain diluar rumah tanpa pengawasan langsung . Umi merasa enggan mengawasi buah hatinya bermain diluar rumah dengan alasan sibuk bersama sikecil, ataupun sebab lain sehingga pengawasan diserahkan pada orang lain. Jangan heran bila ketika kembali kerumah Buah Hati banyak mendapat ‘pelajaran baru’ yang tidak sesuai dengan kaidah islam sendiri. Artinya, kedua orang tua tak mampu memberikan teladan yang baik karena buah hati lebih banyak bermain diluar dari pada didalam rumah dalam bimbingan orang tua.. Continue reading

Tugas Ibu Rumah Tangga Bukan Pekerjaan Remeh

http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/tugas-ibu-rumah-tangga-bukan-pekerjaan-remeh

Di kala Islam mewajibkan seorang suami untuk memberi nafkah kepada keluarga, pada hakikatnya dia (suami) memberi ganti kepada istri dari curahan tenaganya demi pendidikan anak-anak serta perhatiannya yang penuh pada pengembangan risalah nya yang bersifat fitrah. Dan orang yang menganggap remeh tugas “ibu rumah tangga” adalah orang yang tidak mengetahui pentingnya peran ini dan pengaruhnya yang prospektif pada per kembangan moral dan social bangsa, baik sekarang mau pun pada masa yang akan datang. Continue reading

Kedengkian

Oleh : Ummu Mujahid

Hati ibarat kapas yang mudah terombang-ambing tanpa arah, terkadang banyak juga penyakit hati yang timbul antara sesama Muslim dan Muslimah, dan salah satunya adalah rasa dengki. Dengki itu sangat berbahaya, bukan hanya bagi diri pemiliknya tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengki itu kata hadist nabi ibarat setitik api yang dapat membakar kayu bakar seberapapun banyaknya. Ia juga bagaikan pisau cukur yang bisa mencukur bersih amal seseorang. Continue reading

Strategi Dakwah Dan Penerapannya Di Zaman Ini

Oleh: Ustadz Zulkifli Rahman (Amir Daulah Khilafatul Muslimin)

Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin, Wal ‘Aaqibatu Lil Muttaqiin, Wala Udwaana illaa Alaz Zhoolimiin,

Asyhadu an laa ilaaha illa Llaah, Wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaah,

Allaahumma Sholli wa Sallim wa Baarik Alaih………

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, “(Qs. 62 Al-Jumu’ah : 2) Continue reading

KHILAFAH DAN HARAPAN UMMAT, ANTARA IDEALITA DAN REALITA ”


Oleh: Ahmad MS

“Apa yang dilakukan oleh Khilafatul Muslimin terhadap nasib Kaum Muslimin di Palestina yang dijajah Israel?”, “Apa upaya Khilafatul Muslimin dalam mengentaskan kemiskinan ummat?”, “Apa usaha dari Khilafatul Muslimin dalam rangka menangkal serangan musuh-musuh Allah terhadap ummat Islam?”, berbagai pertanyaan tersebut diatas dan masih banyak pertanyaan serupa lainnya begitu akrab di telinga warga Khilafatul Muslimin, terutama para da’i yang banyak waktunya digunakan untuk mendakwahkan pelaksanaan sistim Khilafah. Continue reading

REFLEKSI DAKWAH RASULULLAH MEMPERSATUKAN UMMAT MENUJU TERWUJUDNYA MADINAH

Oleh : Ahmad MS

Semua ajaran yang telah atau pernah eksis di pentas kepemimpinan global dari jaman lampau hingga dewasa ini memiliki satu kesamaan, yaitu memenuhi syarat dukungan mayoritas ummat. Adanya basis dukungan dari ummatlah yang membuat mereka bisa tampil dan mengekspresikan corak dan warna kepemimpinan sesuai kehendak ideologi yang melatarinya. Dengan demikian dukungan mayoritas adalah sunnatullah bagi kepemimpinan –baca kekuasaan-, Allah subhaanahu wa ta’aala baru akan memberikan hak kepemimpinan kepada siapa saja yang telah mampu memenuhi syarat ini, sehingga para Nabi yang notabene utusan Allah, mendapat backing langsung dari-Nya, do’a-do’anya segera diijabah, dibantu prajurit dari jenis malaikat pun tidak mendapatkan hak kepemimpinan jika tidak didukung oleh ummat yang menjadi mad’unya, sehingga tercatat dalam sejarah, kondisi para Nabi amat beragam satu sama lain sebagai pelajaran bagi ummat setelahnya, mulai dari yang diusir oleh kaumnya seperti Nabi Yunus alaihis salam hingga yang memegang tampuk kepemimpinan global, seperti Nabi Daud alaihis salam dan Nabi Sulaiman alaihis salam yang dikuasakan Allah tidak hanya terhadap makhluk jenis manusia tapi juga jin hingga burung yang terbang dan angin yang berhembus. Continue reading

Perjalanan Da’wah (Oleh : Ahmad MS)

KHILAFATUL MUSLIMIN KEAMIRAN UMMIL QURO SUMBAWA BESAR,
TERJUNKAN TENAGA DA’I DI DAERAH ALAS BARAT


Sejak Malam Jum’at, 28 Dzulqo’dah 1431 H (04/11/10) Ummul Quro Sumbawa Besar menurunkan sebanyak 4 orang tim da’i yang terdiri dari; Ust. Abu Auliya’, Ust. Muhammad Akbar, Ust. Salman dan Ust. Sumardin. Tim yang dipimpin oleh Ust. Abu Auliya’ dari Wilayah Dompu tersebut datang ke Alas Barat lebih tepatnya di Lab. Mapin, Mapin Rea dan Mapin Kebak (masing-masing 3 hari di satu tempat) untuk melaksanakan dakwah, silaturrahim, sosialisasi dan diskusi dengan warga masyarakat mengenai pentingnya kembali kepada sistim Khilafah Islamiyyah sebagai wadah pemersatu ummat untuk tegaknya syari’at Islam. Di tempat pertama yang didatangi oleh tim ini, Labuhan Mapin telah berbai’at sebanyak 6 orang warga, sedangkan di Mapin Rea di hari kedua saja atas izin Allah telah menyatakan bergabung juga sebanyak 10 orang warga masyarakat kepada Jama’ah Khilafatul Muslimin. Selanjutnya setelah 3 hari di Mapin Rea, direncanakan pada Kamis hingga Sabtu, 4-6 Dzulhijjah 1431 H (11-13/11/10) tim ini akan pindah ke Mapin Kebak untuk aktifitas yang sama. Selama melaksanakan kegiatannya tim dibiayai dari Baitul Maal Ummul Quro Sumbawa Besar dan Kemas’ulan-kemas’ulan setempat dan untuk konsumsi didatangkan dari rumah-rumah warga jama’ah atas koordinasi Mas’ul Ummah. (Ahmad MS atas Lap. Andy, Ust. Khairul Amal Baraja’, Mapin Alas Barat).

Perjalanan Da’wah (oleh: Ahmad MS)

KHILAFATUL MUSLIMIN WILAYAH SUMBAWA BARAT
LAKUKAN PENGIRIMAN DA’I KE DENPASAR BALI

Malam Ahad, 23 Dzulqo’dah 1431 H (30/10/10), Ust. Abdurrahman Al Muhajirin akhirnya sampai di Kota Denpasar, Bali dalam rangka perjalanan dakwahnya di Pulau Wisata tersebut. Setelah berkoordinasi dengan Amir Wilayah Sumbawa Barat, program ini kemudian digulirkan sebagai program dakwah dan sosialisasi dari Wilayah Sumbawa Barat. Diiringi doa restu dari Amir Wilayah Sumbawa Barat, Ust. Zulkifli Rahman dan warganya Ust. Abdurrahman berangkat menuju Denpasar beberapa hari sebelumnya untuk tinggal dan berdakwah di tempat tersebut. Di Denpasar, beliau disambut baik oleh salah satu warga Khilafatul Muslimin Denpasar, Bapak Ismanto, beliau adalah Mas’ul Ummah ketika Kemas’ulan Denpasar aktif berjalan. Bahkan Khalifah, Ust. Abdul Qadir Hasan Baraja pernah singgah di tempat ini sekitar 3 tahun lalu dalam lawatannya ke Wilayah Nusa Tenggara. Terakhir pada 29 Dzulqo’dah 1431 H (06/11/10), Ust. Abdurrahman sudah mulai aktif silaturrahim dan melakukan pembagian Maklumat Kekhalifahan dari Masjid ke Masjid dan Harokah-harokah Islam yang ada di Denpasar yang disambut dengan cara beragam oleh obyek yang ditemuinya. Dari awal berada di Denpasar, Ust. Abdurrahman ditampung juga oleh seorang rekan Jama’ah Tabligh asal Bima, NTB.(Ahmad MS atas Lap. Abdurrahman Al Muhajirin, Denpasar Bali).